I made this widget at MyFlashFetish.com.

islamic quotes for today

La Tansa Zikr



kembara mencari cinta Ilahi..  

Posted by: wardatul-mawaddah

Ya Allah,
Andai masanya belum tiba,
Jangan izinkan aku untuk jatuh cinta,
Aku memohon agar Kau tunjukkan jalan,
Agar Kau tunjukkan aku tuntutun yang perlu aku lakukan,
Jauhkanlah aku daripada kemaksiatan,
Jauhkanlah aku daripada perkara yang tidak dapat memberi manfaat,
Dan jauhkan aku daripada perkara yang Engkau murkai,
Agar aku dapat menjaga diri.
Ya Allah,
Jika aku jatuh cinta,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
Jadikanlah aku yang mencintainya kerana agama yang ada padanya,
Jika dia hilangkan agama yang ada dalam dirinya,
Maka hilanglah cintaku padanya,
Sesungguhnya, cinta yang suci itu tidak buta.
Ya Allah,
Dan jika dia mencintai aku,
Biarkanlah dia mencintai aku kerana agama itu juga,
Asalkan dia tidak lebihkan cinta kepadaku melebihi cinta kepadaMu,
Supaya cinta itu bersemi di lembayung keredhaan-Mu,
Kerna dari situ lahirlah rahmah dan mawaddah dalam rumahtangga.


Ya Allah,
Jika ini bukan masanya,
Jika ini belum saatnya,
Dan jika Kau tahu kami belum bersedia,
Selamatkan kami,
Jarakkan kami,
Pisahkan kami,
Agar kami jauh dari khilaf yang merosak izzah dan iffah,
Agar kami tak mengundang murka-MU,
Agar kami dapat lebih menjaga hati,
Agar hati menjadi yang diredhai ilahi.
Ya Allah,
Andai dia bukan untuk ku,
Andai dia bukan jodohku,
Maka berilah ganti yang lebih baik buatnya,
Berikanlah dia insan yang benar benar terbaik buat kehidupannya,
Insan yang benar-benar mampu memimpinnya ke syurga-Mu,
Dan bantulah aku untuk memperbaiki diriku,
Agar aku kukuh dalam mencari cinta-Mu.
Ameen..

(www.iluvislam.com)

Ya Rabbi..ku pohon padaMU..  

Posted by: wardatul-mawaddah

 
 
 
 
Dimulai dengan Nama Allah yg Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam sebagai pujian daripada orang yang bersyukur dan kesudahan yang baik bagi orang bertaqwa. Selawat dan salam ke atas Rasul kami, Nabi Muhammad dan ke atas ahli keluarga dan sekalian para sahabatnya.

Ya Allah, Ya Tuhanku! Rahmatilah aku dengan Al-Quran dan jadikanlah Al-Quran bagiku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, Ya Tuhanku! Ingatkanlah aku apa yang aku terlupa daripada ayat-ayat Al-Quran. Ajarkanlah aku daripada Al-Quran apa yang belum aku ketahui. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan siang; dan jadikanlah Al-Quran itu hujah dan bagiku (untuk menyelamatkan daku di akhirat), wahai Tuhan Sekalian Alam.

Ya Allah, Ya Tuhanku! Perbaikilah agamaku yang merupakan pengawal urusankanku. Perbaikilah duniaku yang merupakan tempat hidupku. Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku; dan jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku daripada segala kejahatan.


Ya Allah, Ya Tuhanku! Jadikanlah sebaik-baik umurku pada penghujungnya, sebaik-baik amal pada penyudahannya dan sebaik-baik hariku hari bertemu dengan-Mu.

Ya Allah, ya Tuhanku! Aku memohon kepada-Mu kehidupan yang tenang, kematian dalam kebenaran dan tempat kembali yang tidak terhina lagi buruk keadaannya.

Ya Allah, Ya Tuhanku! Aku memohon kepada-Mu sebaik-baik permohonan, sebaik-baik doa, sebaik-baik kejayaan, sebaik-baik ilmu, sebaik-baik amal, sebaik-baik ganjaran, sebaik-baik kehidupan, sebaik-baik kematian. Tetapkanlah (kakiku di atas sirat-Mu) serta beratkanlah timbanganku. Perkuatkanlah imanku dan tingkatkanlah darjatku serta terimalah solatku. Ampunkanlah kesalahan-kesalahan dan aku memohon kepada-Mu tempat tertinggi dari syurga-Mu.
Ya Allah, Ya Tuhanku! Aku memohon kepada-Mu apa-apa yang mewajibkan rahmat-Mu, juga apa-apa yang memastikan keampunan-Mu, keselamatan daripada segala dosa, keuntungan daripada segala kebaikan, kemenangan dengan syurga dan pelepasan daripada api neraka.
Ya Allah, Ya Tuhan kami! Perbaikilah akibat dari setiap urusan kami, hindarkanlah kami daripada kehinaan dunia dan azab akhirat.
Ya Allah, Ya Tuhan kami! Kurniakanlah kami rasa takut kepada-Mu, yang dengannya dapat menghalang kami berlaku maksiat kepada-Mu, kurniakanlah kami ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami dengannnya ke syurga-Mu, kurniakanlah kami keyakinan yang dapat meringankan musibah dunia yang menimpa kami, berikanlah kami dapat menikmati pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami, kekuatan-kekuatan kami selama Engkau masih hidupkan kami, dan jadikanlah semua itu warisan kami, balaslah orang yang berbuat zalim terhadap kami, bantulah kami dalam menghadapi musuh-musuh kami, janganlah Engkau timpakan musibah dalam agama kami, janganlah Engkau jadikan dunia ini tujuan utama kami, jangan pula dijadikannya nilaian pengetahuan kami serta janganlah Engkau jadikan orang yang tidak mempunyai rasa belas kasihan kepada kami menjadi pemimpin kami.
Ya Allah, Ya Tuhan kami! Jangan Engkau biarkan kami sebarang dosa melainkan Engkau mengampunkannya, tiada seberang kebuntuan melainkan Engkau melapangkannya, tidak juga hutang piutang melainkan Engkau (berikan jalan untuk) menyelesaikannya dan tidak juga sebarang hajat dunia mahupun akhirat melainkan Engkau menyempurnakannya, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang antara yang penyayang.

Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami daripada azab neraka.

Selawat Allah dan salam yang tidak terhingga ke atas Nabi kita Muhammad dan ke atas keluarganya serta para sahabat yang terpilih
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Amin Ya Rabb

PadaMU ku serahkan segalanya..  

Posted by: wardatul-mawaddah







Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..


Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..


Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..


Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..


Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..


Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..


Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..

Aku tahu apa yg Allah ttpkan,
pasti yang terbaik untukku,
namun semoga ikatan yg bakal terbina nanti,
diredhai Allah,
Jagalah kami Ya Allah,
memohon kekuatan dariMU,
utk kami menjaga ikhtilat kami,
kami tahu Allah pasti ada utk menjaga hubungan kami,





-----@***@-----


( Oleh Aztriana 180610/ 01'50 Makassar.. ^_^v )

warkah cintaku  

Posted by: wardatul-mawaddah


Di keheningan malam ini, entah mengapa hatiku berbaur dengan penuh kehibaan..kehibaan yg sgt mencengkam sanubari…tidak dapat diungkap perasaan ini..diriku sebenarnya merinduiMU ya Rasulullah..teramat merinduiMU..dengan mendengar alunan selawat yg bergema di laptopku, ku teraba raba mencari buku ttgMU..yg tersergam indah di rak bilikku…padahal buku ini tlh bnyk kali ku khatamkan, tapi ku tidak pernah bosan membacanya..setiap kali membacanya pasti deraian air mata yg menemani malamku..mengenangkan perjuanganMU Ya Rasulullah..

Ya Rasulullah, ku untaikan warkah ini khas buatMU, mnyatakan btapa diriku ini ingin berjumpa denganMU…Aku memiliki mimpi…

Ya, aku menyimpan sebuah harapan besar ya Rasulullah..
Kelak, ketika di Yaumul akhir…
Engkau ibaratnya adalah seorang idola, superstar yang berdiri di atas kemegahan sebuah panggung. Sedangkan aku, dengan segala kekerdilanku berada di antara deretan para penonton. Dan aku akan memanggil engkau jauh di sudut sana, di antara jutaan lautan manusia….

Aku akan berteriak: Ya Rasulullah, Ya Rasulullah!!
Dan aku berharap…
Aku sungguh berharap…
Engkau akan menoleh ke arahku, dan berkata “Itu umatku!” “Itu umatku!”
Mungkin tidak tergambar betapa gembiranya perasaan ku pada waktu itu, tatkala melihat wajahMU
Sungguh aku ingin ya Rasul…
Aku ingin menjadi bagian dari barisan panjang umat yang mendapatkan syafaatmu…
Aku ingin menjadi bagian dari umat yang tersenyum berdiri di belakangmu…
Namun, adakah aku layak ya Rasulullah??
Layakkah aku melihat wajahMU?
Atau pantaskah aku melihat senyumanMU??
Sedangkan aku ini bukan siapa siapa,
Yg hnya insan lemah..penuh dgn keluh kesah..





Ya Rasulullah…
Walau aku tahu aku tak layak, namun dengan tertatih aku tetap ingin menitipkan rindu ini untukmu…
Ya Rasulullah…
Walau aku tahu ini tak mudah, namun dengan segala kelemahanku aku akan mengikuti jalan juangmu…yg aku tahu memang penuh liku likunya
Ya Rasulullah…
Walau aku tahu ini akan sulit, namun aku ingin turut menjadi pembela-pembela Allah dan Rasulku…Aku ingin menjadi seorang mujahidah di jalan ini..tidak gentar dan tidak lemah
Ya Rasulullah…
Saksikanlah aku yang akan tertatih dan tergopoh untuk mempertahankan keistiqomahanku…
Demi cintaku pada Allah, demi cintaku padamu YA RASUL…Saksikanlah

Ya Rasulullah,

Aku teringin sekali berbicara denganMu tentang kisah-kisah perjuanganMU dalam menegakkan kalimah Allah.
Aku ingin berkongsi suka, duka, airmata dan luka yang Rasulullah alami sepanjang 23 tahun taklifatMu sebagai Rasul.
Tak tegar aku melihat betapa susahnya kamu berjuang di medan dakwah ini. Tak sanggup aku mendengar celaan kaum musyrikin menghina perjuanganMu Ya Rasulullah.
Pedih perasaanku mendegar diriMu luka dilempar batu semasa berdakwah di Taif. Aku ingin berbicara kisah yang aku tahu ini kepadaMU.
Aku ingin melafaz rindu ini kepada Mu. Bahwa aku sangat mencintaiMU.

Ya Rasulullah,

Bumi Madinah ingin sekaliku jejak. Ingin sekali ku rasai deruan angin di bumi bertuah itu..tatkala diriMU dan para sahabat berjuang berhabis habisan, mempertahankan ISLAM tercinta…Ku ingin Melewati medan syuhada dan perjuanganMu di sana.
Moga Allah memberi rezeki untuk itu dan perkenankan permintaanku

Rindu kami padamu Ya Rasul…
Rindu tiada terperi …
Berabad jarak darimu ya Rasul, serasa dikau di sini,…

Salam Bagimu, Ya Rasullullah…

 

Posted by: wardatul-mawaddah

 
 
 
Dakwah yang tenang, namun lebih gemuruh
Dari tiupan topan yang menderu..

Dakwah yang rendah hati, namun lebih perkasa

Dari keangkuhan gunung yang menjulang..

Dakwah yang dekat, namun lebih luas

Dari belahan bumi seluruhnya..


(Hasan Al-Banna, Ilasy Syabab)

Duhai hati yg senantiasa mengeluh, 
usaikan keluhanmu, rungkaikanlah kesedihanmu, ssungguhnya dirimu mengetahui jalan yg kamu pilih ini ada ranjaunya..Duhai hati, tiada apa lagi penawar di alam fana ini, melainkan janji kepastian dari RabbMU..sahutlah seruan ini wahai mujahid mujahidah...tepislah segala alasan yg menghantui diri...OPTIMIS, BERLAPANG DADA, RENDAH HATI DAN GUNALAH CARA YG BERHIKMAH ..yg paling penting sekali ikhlaskan niatmu wahai diri


( Tinta mujahidah mendamba Cinta ILAHI)

 

Posted by: wardatul-mawaddah

Mungkinkah saja kamu tersenang,
Melihat musibah di hadapan mu,
Bolehlah saja kamu menangis,
Semua dibalik itu Allah memberinya kebaikan,

Kabarkan berita gembira bagi yang sabar,
Bila datang musibah dia ucapkan,
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN,
KAmi milik Allah akan kembali pada Allah,

Kamu kan mendapatkan,
tempat dan kedudukan,
Yang mulia di sisi Allah

Janganlah kamu bersangka buruk,
Mari pujilah Allah walau dalam bencana,
Allah menguji ketaatan mu,
Dengan rasa takut, lapar sengsara jiwa raga,

Wahai orang beriman bersabarlah,
Bangkitlah tingkatkan taqwa kepada Allah,
Dimana ada suatu kesulitan,
Di sana ada dua jalan,
Bagi mu kemudahan....

New Sakha
(BERITA GEMBIRA)

khas utk adikku..  

Posted by: wardatul-mawaddah


Dengan lafaz bismillahirrahmanirrahim, ana memulakan coretan di blog ini yg sudah lama terabai dek kerana terlalu sgt suka menangguh..alasan yg sama; perlu buat komitmen yg lain dulu kalau dah semua setel baru bukak blog…sejak beberapa bulan ini, ana hanya menjadi pembaca setia sahaja..sudah lama tidak mengongsikan apa apa di sini..malam ini , setelah balik dari meeting td, semangat mula2 berkobar utk study AICA tpi on the way nk forward email, tiba2 terbukak blog adik2 usrah..wah, Alhamdulillah, kagum sangat bila baca blog adik2 ini..mereka sangat2 berbakat..kerdil pula rasa akak ni..hehe..apa2 pn best of luck..selamat bermujahadah wahai adik2 ku..akak thu , saat ini, pasti adik2 ada jatuh bngunnya, tapi bangkitlah..dan terus bangkit..

Hari ini juga merupakan hari lahir adik usrah..sanah helwah shikin…maaflah akak terlambat wish semalam, terlalu asyik membuat report, tup tup tgk jam dah 2.45 pgi..

Tiada apa madah atau pujangga akak nukilkan buat shikin, tapi akak ingin luahkan harapan akak , semoga shikin sentiasa kuat dan teguh dalam jalan tarbiyah ini..bulatkn tekad dan jgn sesekali gentar dgn mehnah dan ujian yg melanda..ingatlah adikku, kita dalam dunia tarbiyah, jalan2nya memang berliku, n walaupun tiada hamparan permaidani merah di sepanjang perjalanan kita, kita yakin bahawa ada ganjaran menanti di akhirat sana..Jangan sesekali berputus asa dgn rahmat Allah..Setiap pengorbanan adik2 curahkan, tidak akn sia2..

lagu ini ditujukan buat adik2 dan akhawat seperjuangan:
Kembara mencari tarbiyyah
ditemani sahabat setia
bagai Ansar Muhajirin menyulam cinta
ukhwah diikat kasih kerana-Nya
                                                  
Aral dan rintangan kami tempuhi
berpenat lelah kami tak peduli
masa tenaga kami korbankan
harta dan jiwa jadi taruhan 2x

Bagai bongkah bata tersusun kukuh
membentuk bangunan teguh
nahnu ansarullah narju mardhotillah
nahnu ansarullah jihad fisabilillah


Kami bulatkan tekad
melangkah di jalan dakwah
jangan diimpikan permaidani merah
ujian menerpa kami tak goyah

bangkitlah wahai saudaraku!!!  

Posted by: wardatul-mawaddah in


Zaman satu bangsa yang hina
 
tidak pernah sunyi dari ilmuan, sasterawan dan orang yang arif bijaksana!
 
Mereka dipecahbelahkan dengan berbagai ideologi
 
tetapi semua ideologi itu tertumpu kepada satu rencana:
 
Mereka ajar anak singa agar menjadi kijang yang pengecut
 
dan mereka hapuskan kisah-kisah singa pada bicara zaman silam
 
Cita-cita mereka, menggembirakan hamba dengan perhambaan
 
Seluruh pengajaran mereka hanyalah penipuan cendekiawan

(Kandungan madah penyair Islam Muhammad Iqbal Rahimahullah
membongkar taktik kotor musuh ISLAM)

بسم الله الرحمان الرحيم والحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا ونبينا وحبيبنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

 utk entry kali ini, saja ana dahulukan dengan petikan syair yg dipetik dari kitab Al - Muntalaq..Sepanjang dua hari berkampung utk sesi bedah buku ini, alhamdulillah wa syukrulillah , kami dapat menggarap sedikit ilmu utk dijadikan bekal di sepanjang jalan 2 yg penuh liku ini..banyak kata2 mutiara yg telah disuntik pada kami semua utk mengihya'kan lagi fiqh dakwah ..


InsyaAllah utk perkongsian selanjutnya akn dikongsi dalam beberapa ketika lagi dek kerana ada perkara lain yg perlu didahulukan..

renunglah bait2 syair ini wahai saudara2 ku..begitu mendalam maknanya..renunglah ke dalam diri..adakah diri kita telah menjadi kijang yg pengecut itu wahai saudaraku?..bermacam2 propaganda telah dirancang dan dilaksanakan utk merosakkan kita..kita sudah lama telah DISERANG tapi kita  masih belum bngun dari lena yg pnjang, sudah makin selesa dengan kemewahan hidup ini..rasa Izzah kita utk Islam sudah makin kurang..malah tanpa segan silu kita melakukan perkara2 jahiliyyah ini..

seseorang itu tidak akn bergelar daei jika dirinya belum memiliki mad'u.wahai para duat, kewajipan antunna sangat bnyk melebihi dari masa yang ada...kalaulah kita bertangguh 1 jam, 1 jam umat kita makin parah penyakitnya..begitu juga , walaupun hanya kita bertangguh seminit, maka dalam seminit itu , umat kita makin parah penyakitnya..mahukah antunna melihat barah yg merebak di kalangan umat Islam hari ini trus menular dan kian menular??

jadi apakah treatment utk penyakit yg telah didiagnose ini??



Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!
QS. an-Nisa’ (4) : 71
   Sedarkanlah " kijang yg pengecut" itu bahawa mereka adalah " SINGA SINGA ISLAM" yg merupakan aset berharga utk terus mempelopori , dan mengembalikan kegemilangan Islam ..InsyaAllah..Akhir kalam utk semua yg sedang bercuti  , gunakan masa cuti antunna dengan sebaiknya..masa itu Ibarat pedang yang tajam, Jika kamu tidak memotongnya maka kamu akan dipotongnya

                                         
                                       Sudahkah anda melaksanakan tugas anda??
                                       ~~tinta mujahidah mengejar cinta Ilahi~~

Kerana syahadah , aku seorang daei...  

Posted by: wardatul-mawaddah

 Assalamualaikum w.b.t

بسم الله الرحمان الرحيم والحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا ونبينا وحبيبنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

 Daurah kerana syahadah aku daei kali ini benar2 menyuntik semangat baru pada ana dan sahabat2 seperjuangan...inginlah ana kongsikan sedikit sebanyak penyampaian yg ana dapat sepanjang tempoh itu..


Bagi sahabat2 yg ingin memiliki buku itu secara ebook, bolehlah dload di sini
http://www.4shared.com/file/76807544/2ca1c774/Syahadatul_Haq_-_Abul_Ala_Al-Maududi.html

 (IJLIS BINA NU'MIN SA3AH)
tAJUK PENYAMPAIAN: SYAHADATUL HAQ
Anda pernah dengar tentang 'Syahadatul Haq'? Mungkin ada di antara kita yang tidak pernah mendengar 2 perkataan ini. Tetapi ana yakin anda sudah terlalu biasa mendengar tentang 'kalimah syahadah', bukan? Kalimah syahadah,yang merupakan persaksian yang kita lafazkan setiap kali di dalam solat kita.
"Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan selain Allah, dan aku naik saksi bahawa Nabi Muhammad pesuruh Allah."


Syahadah : penyaksian
Al Haq : kebenaran

Jadi, 'syahadatul haq' dari segi bahasa bermaksud, penyaksian terhadap kebenaran.
Penyaksian bahawa Allah itu Tuhan Yang Maha Esa, dan Nabi Muhammad itu pesuruhNya.

Bagaimana yang dikatakan dengan 'penyaksian'? Adakah sama maksudnya dengan 'pengakuan'?

Saya naik saksi vs Saya mengaku

Erk, ada bezakah keduanya? Macam sama saja..
Untuk lebih memahami perbezaannya,ana bawa anda kepada satu analogi.

Mr.X berada dalam satu situasi di mana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, seorang budak lelaki dilanggar kereta di dalam satu kemalangan jln raya.

Di mahkamah, Mr.X berkata di hadapan hakim,
"Saya betul-betul melihat dan menyaksikan budak tu dilanggar kereta !"

Jadi, kita boleh katakan Mr.X sebenarnya adalah seorang 'syahid', atau 'orang yang naik saksi'.

Anda rasa,kenapa Mr.X tak mengatakan sebegini,
"Saya mengaku, budak itu telah dilanggar dengan kereta."


Anda nampakkah perbezaannya? Ini kerana,sesiapa sahaja boleh membuat sebarang pengakuan tentang apa-apa sahaja.Apabila Mr.X membuat pengakuan, tidak semestinya dia melihat dengan matanya sendiri.Kemungkinan juga Mr.X mendengar berita tersebut daripada orang lain.

Bermakna, sesiapa sahaja boleh mengaku dan mengucap 2 kalimah syahadah , tetapi tidak semestinya dia benar-benar menyaksikan dan melaksanakan syahadatain tersebut.

Jadi, ada bezanya di antara orang yang NAIK SAKSI bahawa Allah itu satu, dengan orang yang MENGAKU bahawa Allah itu satu.


Bezanya adalah dari sudut degree of truth penyataan tersebut. Sudah tentu orang yang mengatakan "Aku naik saksi bahawa Allah itu satu." lebih diyakini kebenarannya daripada orang yang mengatakan, "Aku mengaku Allah itu satu.".

A little bit complicated, right?
Ini baru pengertian dari sudut bahasa sahaja :)

Kita masuk kepada bahagian yg akan memeningkan kepala lagi.
 
Ana ingin bangkitkan satu persoalan.

Sudah terlaksanakah Syahadah Al-Haq kita?

Dan bagaimana yang dikatakan dengan pelaksanaan Syahadah Al-Haq itu sendiri?

Apakah yang anda bayangkan apabila mendengar tentang kalimah syahadatul haq ini?

Syahadatul Haq bukannya sekadar mengimani kewujudan Allah, malaikatNya, kitabNya, rasulNya dan hari akhirat. Bukan sekadar mendirikan solat, puasa, zakat dan haji. Bukan sekadar menjadi seorang muslim komited, yang hanya baik sendiri,nafsiy-nafsiy.Tidak sama sekali !



Walaupun kita telah menunaikan semua kewajipan fardi, kita masih belum dikira sebagai melaksanakan dan membuat penyaksian terhadap kebenaran syahadah kita, selagi mana kita tidak MENYAMPAIKAN MELAKSANAKAN DAKWAH dan menjadi Da'ie !

Ini bermakna, walaupun kita mengucap dua kalimah syahadah setiap hari 5 kali di dalam solat, tidak bermakna kita telah melaksanakan syahadatul haq kita.Tidak bermakna kita telah memikul dan melaksanakan tanggungjawab menegakkan kalimah Allah di atas muka bumi ini. Ini kerana kita hanya melafazkan pada lisan semata-mata, tanpa menzahirkan dengan perbuatan!

penyaksian kebenaran kita kepada umat manusia, yakni menyampaikan risalah Islam, atau dalam erti kata yang lain,
"Man qola Laa Ilaha Illallah fahuwa da'ie"

"Sesiapa yang mengucapkan Tiada Tuhan Melainkan Allah', maka dia adalah Da'ie."


Da'ie, yang dimaksudkan dari segi bahasa adalah : orang yang memanggil/menyeru kpd Islam.
Da'ie di sini bukan hanya terbatas dengan menyeru orang lain kepada Islam melalui lisan semata-mata, kerana tidak semua manusia dikurniakan Allah kelebihan untuk bercakap di khalayak ramai.

Saya berikan beberapa contoh da'ie yang berdakwah bukan melalui lisan, seperti Syed Qutb. Bukankah beliau berdakwah melalui penulisan dan buku-bukunya?
Contoh lain, seperti Mursyidul Am Ikhwanul Muslimin, Hassan Hudhaibi. Beliau merupakan seorang yang pendiam, tetapi masih berjaya menyampaikan kalimah Islam yang Haq itu melalui apa-apa sahaja cara yang boleh beliau gunakan, asalkan kebenaran Islam itu tersebar.

Lihat pula keberanian Umar Al-Khattab. Saidina Umar digelar Al-Farouq, yang bermaksud 'pemisah antara kebenaran dan kejahilan'. Kerana apa? Kerana beliau berani menyatakan keislamannya kepada penduduk Mekah ketika itu, walaupun Islam sangat ditekan ketika itu.

Abu Dzar Al-Ghifari juga, dibelasah teruk oleh kafir Quraisy ketika beliau dengan lantangnya menngumumkan keislamannya di Kaabah.

Lihat, betapa hebatnya para sahabat ketika itu. Mereka merasai ke'izzahan Islam, oleh itu mereka tidak boleh duduk diam, dan perlu menyampaikan Islam kepada seluruh umat manusia ketika itu.
Bagaimanakah pula dengan kita? Bukankah kita menerima Islam sejak lahir lagi? Adakah kita juga merasai 'izzah dengan Islam seperti yang para sahabat rasakan?

Jika kita ada kelebihan untuk bercakap di khalayak ramai, Alhamdulillah ! Gunakannya itu berdakwah mengajak manusia kepada Islam. Jika tidak, bukankah kita dilahirkan dalam zaman teknologi yang serba canggih? Gunakan wasilah internet, dengan melalui blog, website, Yahoo! Messenger, Friendster dan sebagainya, gunakannya apa sahaja cara yang ada, supaya dapat menyampaikan kalimah Allah yang haq ini.


Allah telah berfirman tentang kewajipan melaksanakan Syahadah Al-Haq :


وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا‌ۗ

Dan  demikianlah (sebagai mana Kami telah memimpin kamu ke jalan yang lurus), Kami jadikan kamu (wahai umat Muhammad) satu umat yang pilihan lagi adil, supaya kamu layak menjadi orang yang memberi keterangan kepada manusia (tentang yang benar dan yang salah), dan Rasulullah (Muhammad) pula akan menjadi orang yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu.

Surah AlBaqarah (2:143)

Ada di antara kita yang sebenarnya TIDAK MERASAKAN bahawa apabila kita mengucap dua kalimah syahadah, kita akan disoal semula oleh Allah Taala di akhirat kelak. What have we done to prove the 'syahadah'? Di akhirat kelak, alam akan menjadi saksi bahawa kita telah mengucap dua kalimah syahadah itu di dalam hati dan lisan kita, sedangkan kita tidak berbuat apa-apa untuk membuktikan penyaksian kita bahawa Allah itu Tuhan Yang Esa dan Muhammad pesuruhNya.

Adakah anda kira dengan kita mengucap kalimah syahadah di lisan semata-mata, Islam akan tertegak di muka bumi ini? mustahil sama sekali..Rasulullah sendiri merupakan qudwah hasanah yang terbaik yang melaksanakan syahadatul haq dalam hayatnya. Bukankah baginda melaksanakan dakwah setiap masa?

Jadi adakah kita masih boleh berdiam diri dan berpeluk tubuh setelah mengetahui ada tanggungjawab dakwah yang seharusnya kita pikul dan laksanakan sebaik sahaja kita mengucap dua kalimah syahadah ?
Tanggungjawab dakwah ini tidak akan terlaksana hanya jika kita menunaikan rukun Islam dan sekadar melaksanakan hukum syarak dalam urusan peribadi seperti kahwin, cerai dan pembahagian harta pusaka semata-mata.Tidak semudah itu.

Ini bermakna, walaupun kita mengucap dua kalimah syahadah setiap hari 5 kali di dalam solat, tidak bermakna kita telah melaksanakan syahadatul haq kita.Tidak bermakna kita telah memikul dan melaksanakan tanggungjawab menegakkan kalimah Allah di atas muka bumi ini. Ini kerana kita hanya melafazkan pada lisan semata-mata, tanpa menzahirkan dengan perbuatan!


Bagaimana jika ada di antara kita yang menolak kewajipan pelaksanaan Syahadah AlHaq ?

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَـٰدَةً عِندَهُ ۥ مِنَ ٱللَّهِ‌ۗ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan keterangan (saksi dan bukti) yang telah diberikan Allah kepadanya?
Surah AlBaqarah (2:140)


Cuba kita kembali mengkaji sejarah umat terdahulu yang tertulis di dalam Al-Quran.
Sebelum ini, Allah juga telah menganugerahkan takhta Syahadah ini kepada kaum Yahudi, malangnya adakalanya mereka menyembunyikan syahadah i
ni, dan adakalanya mereka mengakui kebenaran syahadah tersebut, mengikut keperluan mereka.

Jika kita kaji semula kisah-kisah Bani Israel terdahulu di dalam AlQuran contohnya, tatkala mereka dibawa oleh Nabi Musa lari ke Sinai, mereka mensyirikkan Allah dengan mencipta lembu Samiri. Dan apabila mereka diperintahkan oleh Nabi Musa untuk masuk ke Palestin, mereka ingkar kerana takutkan kaum yang berada di dalam Palestin ketika itu. Allah hukum mereka dengan menyesatkan mereka selama 40 tahu
n. Kisah Bani Israel yang ingkar ini berlanjutan sehingga ke hari ini.


[Jaulah Sinai 2008. Kesan tinggalan Lembu Samiri]

Lihat, Allah laknat mereka hingga ke hari ini bukan saja kerana mereka menolak untuk memikul tanggungjawab menyampaikan risalah Allah, bahkan mereka ubah kitab Taurat yang diturunkan Allah kepada mereka.

Mungkin anda akan menarik nafas lega kerana anda merasakan anda tidak sama dengan Bani Israel yang derhaka itu. Ya, anda tidak membunuh nabi-nabi, seperti yang mereka lakukan.Anda juga tidak mengubah kalam Allah dalam kitabnya. Anda tidak seperti mereka yang banyak meminta, tetapi kemudian ingkar kepada suruhan Allah.

Mungkin dari sudut itu, anda memang tak wajar disamakan dengan mereka.

Tetapi adakah anda juga tergolong dalam golongan yang INGKAR untuk MEMIKUL beban dakwah dan tanggungjawab menyampaikan risalah Islam ini seperti yang telah Bani Israel lakukan dahulu?Ingkar untuk melaksanakan Syahadah Al-Haq. Saya tidak tahu. Tepuk dada, tanyalah iman masing-masing.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلۡمُدَّثِّرُ (١) قُمۡ فَأَنذِرۡ 

1. Wahai orang-orang yang berselimut.
2. Bangunlah, lalu berilah peringatan !

(Surah Al-Mudassir)
Jadi apa kata anda?

Masih ragu-ragu untuk menyampaikan risalah Islam?

Atau...anda mahu menunggu sehingga laknat Allah menimpa umat Muhammad atas keingkaran melaksanakan Syahadah Al-Haq ini seperti yang diterima oleh Bani Israel? 

IJLIS BINA NU'MIN SA3AH

Nauzubillah....
Memang penyampaian sepanjang daurah ini begitu memberi kesan dan impaknya pada hati ini..Entah mengapa air mata ini berlinangan sepanjang daurah....Ya Allah, apakah yg telah hambaMU ini lakukan selama ini...Bagaimanakah kelak utk berhadapan denganMU...Adakah hambamu ini tergolong dalam golongan yg lalai melaksanakan syahadatul Haq ini..Nauzubillah..Ayohlah ikhwah akhowat, kita bersama terjun dalam medan ini..laksanakn tanggungjawab kita...jika kita dipersoalkan kelak, biarlah kita dapat bersaksi bahawa kita telah laksanakan tanggungjawab itu...dan di belakang kita terdapat saksi saksi yg membenarkan penyaksian kita...

terkenang seloroh kak aida, setiap kali mendengar penyampaian ini, kebanyakan akan demam dek kerana terasa begitu berat tanggungjawab mereka...hehe...Ya memang berat..begitu juga dengan diri ini..jatuh demam..( dahlah masa itu, exam final dah nk bakal menjelang)..alhamdulillah ala kulli hal...walaupun berat, akak kugenggam perjuangan ini, akan ku terus mekar mewangi meneruskan perjuangan ini....tegar menempuh badai ..Ya Allah, kuatkanlah hati hati kami...satukanlah hati hati kami...

allahumma ya muqallibal qulub.. tsabit qulubana a'la dinik wa a'la taa'tik

(Doa rabithah , izis)
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela 


Nota cintaku

" Biar waktu yang akan membuktikan …….
bahwa tiap langkah yang telah dipijakkan,
tiap tetesan darah dan keringat yang telah dialirkan,
tiap jiwa yang telah melayang,
akan samapai pada satu keadaan …….
dimana keadilan adalah nadinya,
kesejahteraan adalah nafasnya,
kebijaksanaan adalah sifatnya,
dan Ridho Sang Khalik adalah tujuannya. "
" Tuhanku, apa-apa saja yang hendak kau berikan kepadaku di dunia ini
maka berikanlah kepada musuh-musuh MU.
Serta apa-apa saja yang hendak kau berikan kepada ku di akhirat kelak,
maka berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu.Sebab engkau saja cukuplah bagiku "

(Rhobiyatul Al-Adawiyah)

takkan sesekali gentar

wasiat Luqman Al Hakim kepada puteranya

1. Tidak menyekutukan Allah.
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13)
Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja') hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya
2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
Firman Allah SWT.
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapamu, hanya kepada-Kulah kembalimu."( QS.Luqman: 14)
Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah" (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)
3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah;
Kerana tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih lagi menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"(QS. Luqman: 14).
4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT
Firman Allah SWT
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)
Di sini Luqman memberikan sebuah nasihat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT iaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, iaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.
5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.
Firman Allah swt :
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)
"Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).
6. Menegakkan sholat.
Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :
"Hai anakku, dirikanlah shalat …"
Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.
…"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45)
7. Amar Ma'ruf nahi Munkar.
Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur'an seperti :
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran:104).
8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.
Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi kerana itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.
"Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS. Luqman:17)
9. Tidak Menyombongkan diri
Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik
Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:
"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, kerana tujuan diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.